Budak kecil berusia belasan menyusuri jalan dengan tertatih-tatih.
Ia berjalan di pinggir kota yang jauh dan merintih.
Di sebuah teratak di ujung jalan tanah bencah yang berbuih.
Namun, semangat itu terus tersemat untuk diraih.
Adakah harapan menjulang mesti itu perih.
Matanya besar, berkulit legam.
Tiap kali langkahnya naik, ia selalu berucap:
"Yakin".
Kadang: "Apakah aku harus terus melewati jalan ini?"
"Jalan itu harus dilalui dengan yakin".
Begitu suara terngiang dalam hati kecilnya.
Mesti bencah memepat langkah.
Mesti ia harus selalu menjinjing sepatu hitam koyak.
Ia kembali yakin, bahwa guru dan teman-temannya masih menunggu.
Pada sekolah berdinding kayu lapuk, di Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau.
(Tulisan dikirim oleh De Aci, ketika memulai langkah di Pulau Padang)
Kamis, 13 Oktober 2011
Keyakinan Itu Masih Ada
Simak Tulisan Terkait :
- Bono Surf Themes Song Karya Anak Negeri
- Penulis Cilik Riau "Pengemis Chattingan" yang Memberi Motivasi
- Hanzi Seni Tulis Mao Pit, 'Yang Terlupakan'
- Lagu Dhatin Suri Perdana Versi Terbaru, Unik
- Lagu Batang Sialang, Senandung Alam yang Hilang
- Puisi Cinta Romantis Diminati Remaja Putri
- Puisi Cinta Illahi, Sebuah Renungan Hati
- Puisi Cinta, yang tak Lekang Waktu
- Bila Cinta tak Bertuan
- Puisi Cinta Khalil Gibran
Keyakinan Itu Masih Ada
Cekau.Com 2011-10-13T00:17:00+07:00 : 4.5
Cekau.Com 2011-10-13T00:17:00+07:00 : 4.5
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar