Hubungi Kami | Tentang Kami | Disclaimer
Tampilkan postingan dengan label Calon Gubernur Riau 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Calon Gubernur Riau 2013. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

Pilkada Riau, Total DP4 Capai 4,3 Juta Jiwa


CEKAU.COM-Menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilkada Riau) pada September mendatang, Pemerintah Provinsi Riau menyerahkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Kamis (4/4). Dari 12 kabupaten/kota se-Riau, DP4 tercatat sebanyak 4.331.062 jiwa. Data DP4 itu bersumber dari data demografik hasil perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) yang telah diverifikasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan sumber lainnya.

DP4 diserahkan secara resmi oleh Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit kepada Ketua KPU Riau, T Edy Sabli di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru. "DP4 sebanyak 4.331.062 jiwa atau 67,01 persen dari 6.434.902 jiwa penduduk Riau. Data tersebut berasal dari 12 kabupaten/kota dan 163 kecamatan se-Riau," kata Mambang.

Dia mengungkapkan, DP4 itu bersumber dari data demografik hasil perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) yang telah diverifikasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil diadu dengan data hasil pelayanan per kecamatan tertanggal 18 Maret 2013 dan menghasilkan DAK2 kabupten/kota dan penghapusan data ganda pada tingkat kabupaten/kota.

Kemudian, lanjut Mambang, DAK2 kabupaten/kota tersebut diadu dengan pihak terkait di tingkat provinsi sehingga data penduduk ganda antar kabupten/kota akan terlihat dan keberadaannya dicek serta dihapus jika memang benar-benar ganda. Menurutnya, DP4 ini merupakan pemilahan dari database kependudukan yang akurasinya sudah dimaksimalkan.

"Salah satu upaya akurasi ini dengan pendataan penduduk secara kontinyu, akibat adanya lahir meninggal, pindah dan datang (lampid). Akurasi data juga dilakukan dengan Sistem Induk Administrasi Kependudukan," ungkap Mambang lagi.

Dia mengatakan, DP4 ini nantinya akan menjadi acuan bagi KPU Riau untuk menyusun Daftar Pemilih Sementara (DPS) serta selanjutnya dijadikan Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Data DP4 ini tentunya lebih akurat untuk menjadi refrensi bagi KPU. Harapannya dengan data yang sudah divalidasi ini, mempermudah kontrol pada penggelembungan suara," katanya.

Ketua KPU, Tengku Edy Sabli juga menyebutkan, setelah menerima DP4 pihaknya selanjutnya akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk dijadikan DPS untuk dijadikan DPT. "Kita akan coklit untuk validasi dan datanya lebih akurat. Kita akan proses menjadi DPS, Mei dan Juni merupakan puncak validasi data," terangnya.

Kendati demikian, Edi juga mengharapkan kepada masyarakat bisa bekerjasama untuk memvalidasi data pemilih. "Kami berharap kerjasama masyarakat untuk memastikan data pemilih yang sudah divalidasi lewat DP4 ini," imbuhnya. 

KPU Riau resmi memulai tahapan pelaksanaan Pemilukada 2013 dengan meluncurkan tahapan program dan jadwal pemilihan gubernur periode 2013-2018 pada pertengahan Februari. "Kami mengharapkan gaung Pemilukada bergema di seluruh pelosok daerah di Riau. Sesuai motto dan logo, Pilgubri diharapkan dapat dilakasanakan dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya Melayu Riau," kata Edy.

"Target kita meningkatkan partisipasi pemilih. Pada pemilihan gubernur tahun 2008 lalu hanya 59 persen. Artinya dari 10 orang yang terdaftar hanya enam yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kita ingin angka itu meningkat pada Pilgubri tahun ini. Kami perlu dukungan semua komponen masyarakat," tambahnya.

Edy mengungkapkan, Pemilukada Riau dimulai dari pemutakhiran data dan daftar pemilih dari 9 Maret hingga 22 Juli. Sementara pembuatan kartu pemilih dimulai 24 Juli hingga 21 Agustus 2013. "Semua ini dilaksanakan oleh KPU Riau sebagai penyelenggara. Sedangkan penyampaian kartu pemilih dan salinan daftar pemilih untuk TPS dan KPPS dilaksanakan oleh KPU kabupaten/kota," jelasnya.

Terkait pencalonan perseorangan atau calon independen, kata Edy, dimulai pengumuman persyaratannya pada 31 Maret hingga 29 April. Sementara sebelum pencalonan dilakukan penyerahan dukungan pasangan calon berupa fotokopi KTP kepada KPU dan PPS yang dimulai dari 2-22 April. "Kemudian pengumuman pendaftaran pasangan calon serta pengambilan formulir pada 8-12 Juli. Dilanjutkan dengan syarat-syarat lainnya seperti tes kesehatan dan lainnya hingga 14-16 Juli," papar Edy.

Edy menambahkan, untuk penetapan dan penentuan nomor urut dan pengumuman pasangan calon dimulai 17-19 Juli. "Untuk masa kampaye dimulai dari 1 Agustus hingga masa audit dana kampanye yang berakhir 24 September 2013 yang dilakukan oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh KPU," terangnya.

Sedangkan pemungutan dan penghitungan suara, lanjut Edy, dilaksanakan secara bertahap. Pertama, pengecekan persiapan pemungutan suara di TPS hingga menyampaikan surat pemberitahuan memilih dimulai 20 Agustus hingga 1 September. "Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS untuk putaran pertama dimulai 4 September 2013," jelasnya.

Pengumuman hasil penghitungan suara dari seluruh TPS oleh PPS, kata Edy, dari 6-8 September. Sementara penyelesaian perselisihan hasil Pilgubri akan diberikan waktu mulai 26 September hingga 16 Oktober. "Sementara untuk pelantikan hingga pengucapan sumpah pasangan calon terpilih dimulai 20 November 2013," jelasnya.*


Minggu, 28 April 2013

PPP Riau Deklarasikan Aziz Zainal Jadi Cagubri


CEKAU.COM-Akhir April mendatang, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Riau akan mendeklarasikan bakal calon Gubernur Riau, Aziz Zainal. Selain Aziz, juga akan dideklarasikan calon pendampingnya di Pilgubri, September mendatang. Kini, PPP terus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai lain untuk mencari calon pendamping Aziz Zainal.

"DPP dan DPW PPP Riau akan mendeklarasikan Ketua DPW PPP Riau Aziz Zainal untuk menuju Pilgubri pada akhir April ini, bersama calon pendampinginya," ujar Ketua DPP PP Wilayah Indonesia Timor, Rusli Effendi pada sejumlah wartawan di Pekanbaru.

Rusli menilai, pengusungan Ketua DPW Riau, Aziz Zainal, PPP melakukan koalisi bersama partai lain. Dengan berkoalisi itu, siapa yang akan menjadi nomor satu atau nomor dua dilihat dari banyaknya kursi yang didapat partai pengusung.

"Saat ini Partai PPP kurang 15 persen untuk mengusung calon sendiri dalam Pilgubri nantinya, makanya PPP akan melakukan Koalisi bersama partai lainnya. Aziz Zainal sebagai posisi satu atau dua akan di lihat banyak Kursi di DPRD Riau, apabila Aziz Zainal di posisi sebagai nomor dua maka PPP siap juga untuk mendukungnya," paparnya.

Ditambahkannya, PPP terus melakukan komunikasi dengan sejumlah partai lain untuk mencari calon pendamping Aziz Zainal. "Akhir bulan ini sudah tahu dengan siapa PPP akan berkoalisi. Kalau saat ini belum diputuskan karena masih tahap komunikasi," sebutnya.

Dijelaskan, Rusli, pada Juni mendatang, bakal calon gubernur sudah harus didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau. "Untuk itu, April ini sudah harus diumumkan calon yang diusung ke publik," ucapnya.

PPP, lanjut Rusli, terus melakukan penggalangan untuk pemenangan Pilgubri maupun Pileg dan Pemilu 2014 mendatang, Di antara upaya dilakukan yakni sosialisasi serta pendekatan dengan masyarakat. "PPP tetap akan mengusungkan Aziz zainal sebagai calon Gubernur Riau dan sudah ditetapkan oleh DPP. Jadi semua kader PPP Riau harus bersatu dan siap untuk memenangkan ketua DPW PPP Riau ini," tegasnya.


Sabtu, 27 April 2013

Badan Eksekutif Mahasiswa Siap Kawal Pilkada Riau


CEKAU.COM-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau, menggelar deklarasi bersama jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), September mendatang. BEM Sepakat untuk mengawal proses pemilukada terutama Pemilihan Gubernur Riau, yang bersih dan terhindar dari kampanye hitam. Bahkan, untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran, BEM berencana akan melakukan pertemuan khusus dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau.

"Kita berkomitmen untuk mengawal proses Pilgubri ini berjalan sesuai dengan harapan, artinya terlepas dari aktifitas kampanye hitam dan kecurangan.Kita juga berharap Pilgubri berjalan dengan demokrasi dan transparan. Karena itu, dalam waktu dekat kita akan undang KPU dan Panwaslu," ujar Ketua Forum BEM se-Riau Isroni kepada Metro Riau, usai deklarasi di Bapelkes Riau.

Tidak hanya itu katanya, sebagai bentuk komitmennya, BEM siap menurunkan 'personilnya' untuk membantu KPU dan Panwaslu dalam mengawal proses pesta demokrasi di Riau ini.

Pasalnya, dalam penyelenggaraan Pilkada kerap terjadinya pelanggaran, termasuk di Riau. Mulai dari pemasangan Baliho yang tidak memiliki izin hingga melakukan kampanye diluar jadwal resmi, serta money politic atau politik uang.

"Mulai saat ini kita sudah mulai bergerak, dengan bekerjasama dengan instansi terkait, kita akan mulai melakukan penertiban baliho ilegal ini," tukasnya.

Dikatakannya, pengawasan Pilkada ini tidak hanya dilakukan di Pekanbaru saja, tetapi juga diseluruh Kabupaten/Kota di Riau. "Kita sepakat dengan seluruh BEM seluruh Universitas yang ada di Riau," tandasnya.*


Senin, 25 Maret 2013

Annas Tetap Diunggulkan, Golkar Ajukan 4 Nama Cagubri

Annas Maamun

CEKAU.COM-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Riau mengajukan empat kadernya ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar untuk dipilih sebagai Calon Gubernur Riau (Cagubri). Selain Ketua DPD I Golkar Riau H Annas Maamun, tiga nama lain yang disodorkan ke DPP adalah Karmila (anggota DPRD Rohil), H Syamsuar (Bupati Siak) dan HM Harris (Bupati Pelalawan). Namun, Annas tetap diunggulkan.

Pengusulan empat nama tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPD I Golkar Riau, Masnur kepada sejumlah wartawan. Dikatakan, empat nama itu sudah diajukan seminggu lalu tepatnya pada 13 April 2013. "Sudah seminggu kita ajukan usulan empat nama untuk dinilai DPP mana yang paling layak maju di Pemilukada Riau. Ketua umum (Aburizal Bakrie) yang langsung menerimanya," ujar anggota DPRD Riau ini.

Munculnya nama Karmila, Syamsuar dan Harris cukup mengejutkan. Namun, tiga nama tersebut memang selama ini tak pernah terdengar akan diusung partai beringin ini. Sementara Masnur menyebutkan, pengusulan empat nama itu sesuai dengan komitmen awal Golkar, yakni mengusung calon dari kader sendiri. Selain itu, pengusulan nama itu juga karena untuk mengakomodir permintaan dari pengurus DPD II.

DPD II meminta pengusulan nama Cagubri, katanya, harus dilakukan secara terbuka. Artinya memberikan peluang kepada masing-masing DPD II untuk mengusulkan nama jagoannya. "Kita sebagai pengurus DPD I punya kewajiban untuk menampung aspirasi itu," tuturnya.

Menurut Masnur, pasca diajukannya nama-nama itu, selanjutnya pusat akan melakukan survei. Itu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana popularitas dan respon publik terhadap Cagubri yang diusulkan. Tidak menutup kemungkinan DPP Golkar juga akan melakukan survei terhadap Cagubri lain yang diusung oleh partai politik di luar Golkar. DPD I sifatnya hanya mengusulkan nama saja.

"Ya, tetap saja yang memutuskan itu DPP Partai Golkar. Intinya, kita akan tetap mendukung siapun nama yang ditetapkan pusat," katanya sembari menambahkan diperkirakan April mendatang DPP sudah menetapkan siapa Cagubri yang akan maju di Pemilukada Riau.

Pengamat politik, Andi Yusran mengatakan, Annas Maamun lebih berpeluang terpilih menjadi Cagubri yang disodorkan DPD I Golkar Riau. "Dibanding tiga nama lainnya, peluang Annas Maamun lebih besar akan dipilih oleh DPP Golkar. Selain sebagai Bupati Rokan Hilir selama dua periode, Annas sekarang juga sebagai Ketua DPD I Golkar Riau," katanya.

Namun, kata Andi, semuanya tergantung DPP. "DPP pasti melakukan seleksi kembali siapa yang lebih dikenal dan bermasyarakat. Semua partai memiliki presedur untuk merekomendasikan calonnya," ujarnya. 

Lobi politik, lanjut Andi, juga tak bisa dilepaskan. "Siapa yang pandai melobi dengan cara-cara yang sah maka berpeluang untuk diusung. Lobi bisa menentukan siapa yang akan diusung. Kalau calon lain selain Annas bisa melakukan lobi lebih baik, tidak tertutup kemungkinan akan terpilih," paparnya.

Meski demikian, kata Andi, DPP Golkar juga tak akan sembarang memilih. "Karena kalau DPP tidak pandai memilih calon maka partainya juga yang akan mengalami kekalahan, sehingga menjadi insiden buruk bagi partai ke depannya," jelasnya. 

Sementara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau resmi memulai tahapan pelaksanaan Pemilukada Riau dengan meluncurkan tahapan program dan jadwal pemilihan gubernur periode 2013-2018 pada pertengahan Februari lalu. Ketua KPU Riau Tengku Edi Sabli mengatakan, Pemilukada dimulai dari pemutakhiran data dan daftar pemilih dari 9 Maret hingga 22 Juli. Sementara pembuatan kartu pemilih dimulai 24 Juli hingga 21 Agustus 2013. "Semua ini dilaksanakan oleh KPU Riau sebagai penyelenggara. Sedangkan penyampaian kartu pemilih dan salinan daftar pemilih untuk TPS dan KPPS dilaksanakan oleh KPU kabupaten/kota," sebutnya.

Adanya, pencalonan perseorangan atau calon independen, kata Edi, akan dimulai pengumuman persyaratannya pada 31 Maret hingga 29 April. Sementara sebelum pencalonan dilakukan penyerahan dukungan pasangan calon berupa fotokopi KTP kepada KPU dan PPS yang dimulai dari 2-22 April. "Kemudian pengumuman pendaftaran pasangan calon serta pengambilan formulir pada 8-12 Juli. Dilanjutkan dengan syarat-syarat lainnya seperti tes kesehatan dan lainnya hingga 14-16 Juli," terangnya.

Bahkan, Edi menambahkan, untuk penetapan dan penentuan nomor urut dan pengumuman pasangan calon dimulai 17-19 Juli. "Untuk masa kampaye dimulai dari 1 Agustus hingga masa audit dana kampanye yang berakhir 24 September 2013 yang dilakukan oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh KPU," katanya.

Dengan demikian, pemungutan dan penghitungan suara, tambah Edi, dilaksanakan secara bertahap. Pertama, pengecekan persiapan pemungutan suara di TPS hingga menyampaikan surat pemberitahuan memilih dimulai 20 Agustus hingga 1 September. "Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS untuk putaran pertama dimulai 4 September 2013," ujarnya.

Pengumuman hasil penghitungan suara dari seluruh TPS oleh PPS, kata Edi, dari 6-8 September. Sementara penyelesaian perselisihan hasil Pemilukada akan diberikan waktu mulai 26 September hingga 16 Oktober. "Sementara untuk pelantikan hingga pengucapan sumpah dimulai 20 November 2013," sebutnya.*


Rabu, 20 Maret 2013

Herman Abdullah Calon Gubernur Riau Didukung Warga Sei Putih

Herman Abdullah

CEKAU.COM-Warga Desa Sei Putih, Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar mendukung penuh atas pencalonan H Herman Abdullah menjadi Gubernur Riau periode 2013-2018 mendatang. Hal ini terungkap ketika Herman Abdullah bersama rombongan bertandang ke desa tersebut, belum lama ini. Banyak keluh-kesah dan motivasi yang disampaikan warga kepada mantan Walikota Pekanbaru dua periode tersebut.

"Apa yang telah bapak niatkan untuk menjadi Gubernur Riau, semoga bapak Herman Abdullah bisa tercapai," ungkap Kepala Desa Sei Putih, usai salat Jumat pada silaturhmi di Masjid Al Abror Jalan Teratai III.

Lalu ia menambahkan, bahwa jumah pemilih di Desa Sei Putih mencapai 1400 jiwa. Dari jumlah tersebut, warga Sei Putih berhak memilih siapa saja calon yang maju, namun warga akan lebih senang jika Herman Abdullah benar-bernar berkomitmen membangun Riau seutuhnya, dan Desa Sei Putih serta memperhatikan masyarakat kecil. Apalagi pernah berpengalaman menjadi Walikota Pekanbaru selama dua periode.

Mendapat dukungan tersebut, bakal calon Gubernur Riau Drs Herman Abdullah menyambut baik atas dukungan yang diberikan masyarakat Desa Sei Putih terhadapnya. Apalagi, niatnya untuk menjadi Gubernur Riau jika masyarakat Riau khususnya Warga Tapung yang ada di Kampar ini memberikan kesempatan untuk maju dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Riau.

"Jika dipercayakan untuk menjadi Gubernur Riau nanti saya akan melaksanakan amanah ini tanpa pamrih, karena selain itu juga ingin mengolah potensi yang ada di Riau secara maksimal dan berkesinambungan. Seperti tertuang pada visi saya yaitu mewujudkan Provinsi Riau sebagai pusat perekonomian berbasis agribisnis dan perdagangan terkemuka menuju masyarakat berkeadilan, berbudaya, religius dan kesejahteraan bagi masyarakat Riau," jelasnya.

 Silaturhmi Herman Abdullah bersama warga Sei Putih
di Masjid Al Abror Jalan Teratai III

Usai melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat Desa Sei Putih, bakal Calon Gubernur Riau Drs H Herman Abdullah MM juga menyempatkan  mengunjungi pengajian wirid yasinan yang seluruh anggotanya dari kaum ibu-ibu di Musyallah Al Muawannah Desa Bencah Kelubi Km-16.

Dikatakan salah seorang anggota wirid pengajian mengungkapkan kebanggan serta sangat terharu sekali dengan datang Herman Abdullah secara mendadak. "Kami selaku anggota wirid yasin tentu sangat mengharapkan sosok pemimpin seperti beliau yang begitu ramah dan tidak sombong. Bahkan mau berbaur dengan masyarakat kecil," katanya.

Sementara itu Herman Abdullah dalam sambutannya menyatakan sangat berterima kasih kepada kaum ibu-ibu wirid yasinan. "Kalau kita tahu bahwa sesungguhnya seorang ibu adalah panutan, karena yang melahirkan kita membesarkan serta menjadikan kita seorang yang berguna suatu saat nanti. Bahkan ada sebuah kiasan, Sorga itu berada di bawah telapak kaki ibu," katanya.*


Next Post Home